Pada masa pendudukan Belanda, Kota Salatiga menjadi kota transit karena udaranya yang sejuk. Oleh karena itu banyak bangunan kuno bergaya arsitektur kolonial yang masih kokoh berdiri hingga saat ini.
Bangunan ini banyak beralih fungsi menjadi sekolah, tempat tinggal maupun kantor pemerintahan, seperti gedung Papak sekarang dikenal sebagai Kantor Walikota Salatiga, Istana Djoen Eng yang beralih fungsi sebagai Institute Roncali dan lain-lain.
Pihak Pemerintah Kota Salatiga berharap seluruh bangunan tempo dulu tersebut yang telah menjadi hak miliki warga dapat dirawat dengan baik. Bahkan, Pemerintah Kota Salatiga mengaku bersedia membeli bangunan tempo dulu tersebut sebagai langkah untuk melestarikannya.